Pelabuhan Hati Sang Bidadari
Oleh : Trisno Edward, SS
Kisah romantika percintaan terkadang penuh warna dan cerita menggugah perasaan. Laksana sebuah roman atau hikayat lama, kisah romantika percintaan juga menguras air mata.Namun, adakalanya romantika percintaan penuh canda tawa dan berbuah bahagia.
Setiap insan di dunia fana ini tentu mendambakan cinta yang suci dan kebahagiaan yang hakiki. Tanpa cinta, hidup ini terasa hampa ibarat makan sayur tanpa garam, hambar. Oh, begitulah besarnya hakikat sebuah cinta.
Besarnya arti sebuah cinta juga didambakan seorang putri nan cantik jelita.Wajahnya indah rupawan laksana rembulan terang benderang di kala malam. Sang putri terlihat resah dan gundah. Sejak lama, ia mendambakan hadirnya sang pangeran tampan di dalam hatinya. Tiap waktu, tiap detik, sang putri selalu termenung. Hatinya tak tenang, perasaannya sering diliputi kegalauan.
"Oh, sampai kapan aku akan seperti ini. Aku ingin seperti gadis-gadis lain. Ingin dicintai dan mencintai. Akankah hadir sesosok "pangeran" tampan untuk mengisi kekosongan hati ini, "resah sang putri jelita dalam kegalauannya.
Intana, begitulah nama sang putri cantik itu. Wajahnya manis seperti layaknya sang bidadari. Kulitnya putih, mulus dan berseri. Tubuhnya ideal wanita masa kini dan inner beauty yang sangat memesona dan menyejukkan hati saat memandangnya.
Intana berasal dari keluarga terpandang. Orang tuanya sangat disegani di tanah kelahirannya. Intana tumbuh menjadi seorang gadis cantik dan jelita. Kecantikan tersebut telah membuat hati para jejaka berdegup kencang.
Intana adalah sosok yang rendah hati dan penyayang. Kebaikan dan kelembutan sifatnya membuat dia dirindukan dan didambakan banyak kaum adam. Suatu hari, Intana berbicara dengan sang ibunda.
"Mama, aku ingin bicara serius dan jujur, ma.Saat ini ada satu hal yang mengganjal pikiran Intan, ma,"
"Apakah itu, Intan, mungkin mama biasa membantumu, nak," kata mama Intan bernama Rosi.
Lalu, Intan berucap, "Tapi, mama janji jangan marah ya,". Mama berkata, "lho, kenapa mama harus marah, Intan.Kamu aja belum cerita, "
"Begini, ma.aku merasakan jatuh cinta dan aku mendambakan seorang pria yang sesuai harapan hatiku, ma.Tapi,aku tidak tahu dengan siapa,ma.Rasa ini selalu menggelayuti hati ini, ma," ungkap Intana.
Mendengar curahan hati dan perasaan putrinya, sang mama menjawab sambil memeluk dan membelai rambut Intana.
"Jadi, sekarang kamu udah dewasa,nak. Kamu sudah ingin tahu tentang apa itu jatuh cinta.Tapi, apakah kamu sudah memiliki sosok pria yang sudah meluluhkan hatimu?
Intana berkata, "itulah yang membuatku aku resah dan gelisah,ma.Aku belum menemukan sosok pria yang aku impikan itu,ma," Namun, saat ini perasaanku campur aduk,mama.
"Intana, mama mengerti apa yang kamu alami sekarang. Itu pertanda kamu sudah dewasa, nak.Kamu sudah mulai menyadari apa itu sebuah cinta dan rasa memiliki," kata sang mama.
Intana tertegun, terdiam dan membisu tanpa seucap kata dari bibir manisnya saat mendengar kata-kata sang mama.
Saat malam mulai larut, Intana tak dapat memejamkan matanya. Ia selalu terngiang-ngiang perkataan mamanya.
"Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta dan ingin memiliki seorang kekasih," gumam Intana. Intana pun berdoa semoga ia mendapat pria tambatan hatinya.
Waktu terus berganti. Intana memulai "petualangan" hati mencari lelaki dambaannya. Ia berharap apa yang dikatakan mamanya bisa menjadi kenyataan dan bukan sekedar impian semu belaka.
Suatu hari, Intana menghadiri sebuah acara di sebuah kota ternama di tanah air. Disana Intana bertemu beberapa orang termasuk sejumlah pria. Tiba-tiba Intana berjumpa seorang pria ganteng dan bersahaja. Setelah saling berkenalan dan mengucapkan nama, Intana terlihat asyik bercengkerama dengan pria yang bernama Raja itu.
Pertemuan Intana dan Raja sangat akrab dan penuh canda tawa. Mereka seperti layaknya sudah berkenalan sekian lama dan bertahun-tahun. Apalagi, mereka baru bertemu beberapa saat saja.
Selang beberapa lama, Intana dan Raja melanjutkan pertemuan dan pergi berdua. Mereka merayakan pertemuan dan perkenalannya dengan acara makan siang bersama.
Intana tidak menolak ajakan Raja.Dari sorot matanya, Intana sangat mengagumi sosok pria itu.
Intana berseru dalam hatinya, " Oh, Tuhan, apakah dia lelaki dambaanku, apakah dia orang yang kucari dan impikan selama ini. Ya, Allah, semuanya kuserahkan kepada-Mu, "
Hari demi hari, Intana dan Raja makin sering bertemu.Bahkan, saat Intana balik ke kota kelahirannya, Raja juga turut pergi menyusul Intana. Bak gayung bersambut, Raja juga bekerja dan memiliki bisnis di kota kelahiran Intana.
Seringnya mereka bertemu membuat tumbuh getar-getar asmara diantara mereka. Walaupun mereka masih malu-malu dan canggung saat saling bertatap mata.
Namun, cinta soal hati dan tak mengenal kapan dan dimana cinta itu datang. Kemudian kedua insan di mabuk asmara itu mulai mencurahkan isi perasaan yang dipendam selama ini.
"Intana, maafkan aku.Mungkin ini terlalu cepat rasanya bagimu. Tapi, aku tidak mampu lagi menahan dan memendam rasa ini terlalu lama. Aku, aku mencintaimu, Intana. Aku berharap engkaulah yang menjadi pendamping hidupku kelak suatu saat nanti, " Raja mengungkapkan isi hati dan perasaan terdalamnya.
Kata-kata romantis dan indah dari sang pujaan hati, Raja, membuat Intana terkejut dan tak mampu berkata-kata.Lidahnya kelu dan bibir indahnya seperti terkunci.
'Sang bidadari" tidak menyangka ada sang pangeran yang ingin menambatkan hatinya serta kelak akan mempersuntingnya.
"Raja, sungguhkah yang kau katakan itu.Aku sangat terharu, Raja. Seperti perasaanmu kepadaku selama ini, aku juga menyimpan perasaan yang sama, Raja. Aku juga mencintaimu dan aku ingin menjadi permaisuri di hatimu, Raja," ungkap Intana.
Ungkapan hati dan jawaban menyentuh dari Intana membuat Raja sontak bersyukur kepada sang Illahi Robbi. Ia telah menemukan sosok wanita yang didambakannya dan menjadi calon permaisurinya.
"Intana, engkaulah sang bidadari yang telah menghiasi dan mendamaikan serta menyejukkan hati ini, sayang.Di dalam pengembaraan asmaraku selama ini, akhirnya aku menemukan sang bidadari hatiku," curahan hati Raja kepada Intana
Mendengar ungkapan hati dan perasaan tulus Raja, Intana berucap lembut, "terima kasih, sang Rajaku, aku ingin mencari kebahagiaan sejati berdua denganmu, sayang.Semoga harapanmu, juga harapan kita berdua, sayang,"
Laksana cerita dongeng di Negeri Seribu khayalan, sang bidadari telah menemukan pelabuhan hatinya. Perjalanan panjangnya mencari cinta dan kebahagiaan sejati akhirnya berakhir dengan kisah sangat manis, romantis dan menggugah perasaan serta tetes air mata bahagia.
Lalu, sang bidadari hidup bersama sang pangeran pujaan dan merenda kehidupan serta asa bahagia bersama.
Hikayat cinta sang bidadari Intana akhirnya berujung bahagia. Ia telah menemukan "Raja" di hatinya.Impian mencari lelaki dambaan dan menjadi pujaan, berbuah kenyataan.
Akhirnya, sepasang insan ini berlabuh ke jenjang pernikahan.Wajah dan senyum sumringah penuh aura kebahagiaan terpancar dari Intana, sang bidadari bersama sang Raja.
Mereka siap mengayuh bahtera rumah tangga dan berjanji sehidup semati dan membina keluarga sakinah, mawaddah dan warrahmah.
"Petualangan" hati sang bidadari, Intana berakhir sukacita dan menjadi permaisuri sang raja.

Komentar
Posting Komentar