Oleh : Trisno Edward, SS Di tengah malam nan gelap gulita, sang gadis jelita termangu dalam kesepian. Tatapannya menerawang kosong. Di sela-sela lamunan, terlihat bulir-bulir air mata menetes di pipi lembutnya. Laksana air mengalir tanpa henti, air mata sang gadis terus membasahi wajahnya.Tanpa disadarinya, air matanya tumpah membasahi pakaiannya bagai air hujan. Rasa sedih penuh kegalauan menggelayuti diri sang gadis dan terlihat dari wajahnya nan ayu. Apakah gerangan yang engkau alami, wahai sang gadis? Kecantikan dan keelokan paras sari wajahmu seakan lenyap, pudar “ ditelan” kesedihan. Dalam hati sanubarinya yang terdalam, sang gadis mengungkapkan kisah hidup yang penuh lara dan nestapa. Jiwanya memberontak, perasaannya remuk redam. Sekian lama, sang gadis mendambakan kasih sayang orang yang sangat dicintai. Rindu, itulah nama cantik sang gadis yang sedang gundah gulana itu. Setiap hari, setiap waktu, siang berganti malam, malam berganti siang, Rindu tak henti berharap....
Komentar
Posting Komentar